Hey, happy satnite guys :)
malem ini mumpung lg buntu (mau belajar tp mager) jd mosting aja hihi
kali ini gue mau share about Rindu. U know Rindu? Tau ngga? Ngga tau ya? Aduh sama deh, gue juga ga terlalu begitu ngerti. Haha kasian deh ya kita ppffth.
Gatau kenapa pingin posting ini, because what? Soalnya gue juga lagi kangen sama orang nih hhi
Langsung aja deh ya kelihatannya. Cauuuw
"Bagaimana aku bisa mencari orang sepertimu?"
Hujan
selalu menyimpan tanda tanya. Kadang hujan juga bisa menjadi jawaban.
Dia membisu, datang malu-malu, tanpa isyarat dan kata, tiba tiba dia
mengguyur saja sesukanya, seenak hatinya. Seringkali hujan disalah
artikan sebagai pembawa duka, sebagai sebab seseorang mengingat
kenangannya, sebagai terdakwa yang menyebabkan seseorang takut akan
takdirnya. Hujan buatku adalah penenang dalam kerinduan, pembawa air
mata, dan pengingat rasa kehilangan. Selalu saja, sesuatu yang harus
seseorang lupakan adalah sesuatu yang justru tersimpan begitu dalam,
kenangan..
***
Seorang
pria, sederhana saja. Senyumnya menyimpan banyak tanya, tatapanya
mengganggu laji kerja otak, dan gerak geriknya memaksaku agar tidak
melewati setiap inci perpindahannya.
Lalu
semua terjadi begitu saja. Saat sapa lembutnya menjaring nyata
menyentuh gendang telinga, saat percakapan kecil yang tercipta berubah
menjadi deretan narasi nyata, aku dan dia, mengalir begitu saja, seperti
curah lembut hujan yang jatuh ke permukaan. Sederhana sekali, cinta
memang selalu menuntut kesederhanaan
Dia
mengajariku banyak hal. Cara menari dalam hujan, cara tertawa dalam
kesedihan, cara menghargai perbedaan, dan cara bermimpi walau dalam
kemustahilan
Seringkali
aku menatapnya dalam-dalam, menyelami sejuk matanya, tercebur dalam
hatinya, lalu terpeleset dalam aliran darahnya. Aku.. sangat ingin
menjadi bagian dalam setiap detak jantungnya, aku sangat ingin berhembus
saat helaan nafasnya. Tapi, apa semua ingin dan harapku akan menyentuh
kenyataan? Inilah yang disebut mimpi, selalu terlalu tinggi.
Tahu-tahu
sosok dia menjadi sangat penting dalam setiap bangun pagi hingga tidur
malamku. Sedetik, semenit, sejam, seharian, hanya dia saja yang rajin
menghampiri otakku. Aku ragu kalau dia tak punya kerjaan lain selain
mengganggu pikiran dan imajinasiku
Ah,
kalau itu, cinta tak lagi menjelma menjadi sesuatu yang sederhana,
berangsur-angsur tingkanya berbeda, hingga ia menjelma menjadi dua kata,
luar biasa...
Perasaan tak lagi sekedar teman biasa, tapi dia berevolusi menjadi lebih dari teman biasa
***
Aha!
Hujan
ternyata masih menjadi peran antagonis, dia kembali mengingatkanku pada
rasa kehilangan, tentu saja rasa yang begitu dalam. Hilang? Saat aku
berniat untuk mencari, pasti aku akan menemukan. Tapi bagaimana aku bisa
mencari orang sepertimu? dimana aku bisa menemukan seseorang yang mau
berjanji untuk tidak meninggalkanku?
Sayang..
Ah! Sayang? Paggilam yang tak pernah terucap sekalipun dari bibirmu.
Hujan kali ini memang deras sekali, aku tidak membayangkan kamu yang
terbaring lemah disana, apa kau kedinginan? Oh ya sudah berbulan bulan
kau tak menyapaku ya? Apa kau merindukanku sedalam aku merindukanmu?
Tidak usah dijawab! Aku tidak ingin mendengar jawaban dingin itu! begini
saja.. besok aku akan mengunjungimu, membersihkan rumput rumput liar
yang mencoba menjamah nisanmu. Jangan menolak! aku punya alasan
sederhana untuk menjelaskan pemaksaanku. Aku hanya rindu.. Itu saja. Sederhana. Rindu memang selalu sederhana kan?
Okebye. See ya~ W/ love-dwitasari