18 Jun 2012

Lebih tepatnya UNGKAPAN :')

Heii selamat tengah malam ya blog :D *yawn*
Sebenernya sih gamau ngepost untuk hari ini, tapi karena jemari sudah mulai mengetik dengan lihay alhasil nerusin aja ketikan sy yg kemarin :p
Ini gue ada sedikit curahan hati guee *tinggi bgt bahasanyee* PLAK! *skip, Udah gausah nunggu nasi-basi. Langsung yuuk simak galauan gue kali iniiiiiiiiii

Cek.. Cekk......... Cekkkkiii.... Cekiiippprrooooootthhhh

 Ini bukan tentang hari valentine, atau apapun itu. Ini bukan tentang perasaan yang menye-menye ataupun galau-galau. Ini hanya tentang ungkapan yang tak bisa diungkapkan, bukan ungkapan sayang ataupun ungkapan kasih. Bukan. Bukan tentang itu.

Aku hanya merasa bosan, bosan dengan semua yang nampak didepanku. Aku merasa marah, capek dengan semua yang terjadi. Terkadang hidup ini membingungkan, terkadang aku tak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang kamuflase. Perasaan itu, semua yang nampak seperti sinetron dalam penglihatanku.


Ini bukan tentang ungkapan cinta, sudah kubilang bukan. Ini bukan ungkapan perasaanku padamu, aku mohon jangan terus-terusan mendesakku untuk mengungkapkan semua perasaanku padamu. Aku bingung dengan semua yang ada, ah lebih tepatnya aku tak berani mengungkapkan semua yang ada dalam perasaanku.

Dari awal kita bertemu, aku sudah berharap agar aku tak harus mengungkapkan perasaanku, agar aku tak harus bersusah payah memberitahumu tentang apa yang ada dalam hatiku. Aku tak mampu melakukan hal itu. Aku hanya bisa berharap kau bisa mengerti tentang diriku tenpa pernah aku ungkapkan, dan ketika kata-kata tak lagi bermakna dalam kehidupanku, aku hanya bisa mengeluarkan airmata. Semoga kau mengerti tentang makna airmata ini.

Setelah semua yang terjadi, dan masalah yang terus-terusan berputar dalam kepalaku, aku hanya bisa pasrah. Kamu yang terus-terusan menyita waktuku, kamu yang bermasalah dengan duniamu, kamu yang menyita semua masalahku, kamu yang membuatku mempunyai masalah, kamu yang membuatku tak bisa lagi mengungkapkan semuanya, kamu...... dan.... Ah, aku cuma bisa memilih diam dan mungkin kau akan melihat airmata lagi. Untuk terakhir kalinya, lebih pekalah terhadap perasaanku. Ketika aku marah, ketika aku bersedih, ketika aku membutuhkan pertolongan, ketika aku ingin sendiri. Meski semua itu selalu tak kuungkapkan, tapi dalam diamku selalu ada ungkapan yang tersembunyi. Please, listen my silence.


Yeeeaay this midnight I might just be able to share this. Enjoyeeeed guys. Papay~ SEEEE YAA {}

Tidak ada komentar:

Posting Komentar