Hassy punday!
Sudah mandi semua kan ya? :p tadi pas gue lagi mau keluar rumah, dijalan nemu selembaran kertas. Eh gue baca, isinya buat ati gue jadi gimana gitu. Dari pada penasaran yaudah deh, nih gue kasi tau gimana isi kertas yang gue temukan dipinggiran jalan tadi
Hei, Hujan.
Sudah mandi semua kan ya? :p tadi pas gue lagi mau keluar rumah, dijalan nemu selembaran kertas. Eh gue baca, isinya buat ati gue jadi gimana gitu. Dari pada penasaran yaudah deh, nih gue kasi tau gimana isi kertas yang gue temukan dipinggiran jalan tadi
Hei, Hujan.
Aku sedang berpikir kepada
siapa aku akan menulis surat cinta. Dan secara tidak sengaja kamu muncul
di benakku. Tapi sepertinya suratku kali ini bukan surat cinta,
melainkan surat benci.
Hujan. Dari dulu aku
tidak pernah menyukaimu. Entah mengapa semua orang menyukaimu, mereka
selalu gembira ketika kamu datang. Tetapi aku? Berbeda dari yang lain.
Aku benci kamu, Hujan.
Suaramu yang berisik dan
kelakuanmu yang membuat seluruh daratan menjadi basah dan menjijikan
membuat kegiatan-kegiatanku terusik. Ketika aku sedang bergembira dan
tiba-tiba kamu datang, itu sangat membuat mood-ku yang baik langsung berubah jadi buruk. Dan ketika aku sedang sedih, kau datang dan membuat hatiku bertambah buruk.
Jujur
saja, kadang-kadang aku menyukaimu. Aku menyukaimu ketika aku sedang
ada didalam mobil pada waktu malam hari. Entah mengapa itu membuatku
merasa nyaman. Tetapi tidak dilain waktu, Hujan. Aku sangat membencimu.
Hujan,
maafkan aku jika aku terlalu membencimu. Aku tahu kamu tidak
sepantasnya dibenci karena kamu juga ciptaan Tuhan seperti aku, dan jika
tidak ada kamu maka mungkin akan terjadi kekeringan, dan bahkan mungkin
tidak ada kehidupan. Tetapi aku hanya tidak suka dengan mu, Hujan. Aku
tidak suka disaat kamu datang dan merusak keadaanku.
Ah
sudahlah, mungkin lebih baik ku akhiri saja suratku ini. Maaf, aku
tidak bermaksud untuk mencelamu atau apa lah, tetapi aku hanya ingin
memberi tahumu apa perasaanku padamu. Aku harap suatu hari nanti aku
dapat membuatkanmu surat cinta, bukan surat benci seperti ini. Mungkin
aku egois, tapi jangan membenciku, ya.
Salam benci (yang kelak akan menjadi cinta),
seseorang yang sedang merana ditengah kedatanganmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar